Hari ini negara akan mendengar pidato kenegaraan. Gedung parlemen disiapkan. Para pejabat hadir. Kamera menyala. Naskah dibacakan dengan rapi. Republik, seperti biasa menjelang 17 Agustus, akan terdengar besar, percaya diri, dan penuh janji. Di situlah ironi kemerdekaan bekerja. Pidato bisa membuat negara terdengar kuat. Tetapi dapur rakyat lebih jujur daripada naskah kenegaraan. Di mimbar, pembangunan bisa tampak megah. Di pasar, ia diuji oleh harga beras, telur, cabai, minyak, ongkos ...
Please refer to the full article at https://rm.id/baca-berita/vox-populi/321684/pidato-belum-pangan.