
Epidemi merokok masih menjadi tantangan kesehatan global di berbagai negara. Meski sejumlah negara telah menerapkan berbagai kebijakan pengendalian tembakau, prevalensi merokok pada laki-laki di berbagai negara masih berkisar antara 15 persenhingga 40 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan pengendalian tembakau belum cukup untuk menurunkan jumlah perokok. Hal ini mendorong diskusi di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan mengenai perlunya cara lain yang lebih efektif, ...
Please refer to the full article at https://rm.id/baca-berita/life-style/324583/akhiri-epidemi-merokok-dengan-pendekatan-pengurangan-risiko.