
Menurut Ferry, dinamika geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran, berpotensi memicu lonjakan harga komoditas, mengubah ekspektasi suku bunga global, hingga memberi tekanan pada negara dengan perekonomian terbuka.
Please refer to the full article at https://koran-jakarta.com/2026-07-15/pemerintah-akui-ketidakpastian-global-jadi-new-normal-pertumbuhan-ekonomi-masih-bergantung-belanja-negara.