
Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan pada 4–8 September 2026 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi asap yang masih pekat, meski penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut terus menunjukkan penurunan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Barat masih menghadapi persoalan asap, terutama karena karakteristik lahan gambut. Menurutnya, ...
Please refer to the full article at https://rm.id/baca-berita/government-action/324760/redakan-asap-kalbar-pemerintah-maksimalkan-potensi-awan-hujan-48-september.